
Bintang Bunting merupakan novel kedua karya Valiant Budi Yogi, setelah Joker--ada lelucon di setiap duka.
Penerbit: GagasMedia.
Editor: Mumu Aloha.
Cover Designer: Willy Apriando
| Bintang Bunting | for everyone |

| Category: | Books |
| Genre: | Mystery & Thrillers |
| Author: | Valiant Budi |
Kepada Valiant Budi,
sungguh peristiwa langka aku naksir buku berdasarkan penampilan fisiknya lebih dahulu. Sejak menemukan perbincangan di google dan sejumlah blog mengenai novelmu ini, judulnya saja sudah menyiratkan pertanyaan [baca: kepenasaranan] di benakku. Bintang Bunting, berdenting-denting. Aku sudah mulai menyusuri toko buku, sampai terbungkuk-bungkuk di setiap rak tapi tak ketemu. Jelas saja, lha wong ndak tahu kavernya kayak gimana..malah nekat menelusur. Sungguh pembeli buku yang payah..
Oleh karena itu, aku sangat bahagia tak terkira sewaktu seorang sahabat menghadiahkan novel keduamu ini. Katanya: kavernya Mbak Rini banget, misterius tapi feminim [feminin maksudnya]. Entah darimana dia dapat kesimpulan itu, tapi yang jelas..aku langsung terpesona pada sampul BB ini.
Valiant, layout dalam buku menyedotku untuk terus membaca. Paragraf awalnya, sarat hal-hal yang ingin kusimak lebih jauh padahal biasanya aku selalu melompati deskripsi. Tapi bahasa yang kau gunakan, banyaknya aksi, membuat plot bergerak terus dan tak pernah membosankan. Aku terus mencari tahu, siapa si Bintang dan kenapa dia bunting? Padahal jelas di depan, kau sudah tulis: Kalo kamu pikir Bintang Bunting menceritakan seorang gadis cilik bernama Bintang dan hamil di luar nikah, maaf..kamu salah.
Aku menyukai selera humormu. Takarannya begitu pas, tidak kelewat pedas, tidak kelewat pahit, tapi membuatku terkikik dan terbahak di berbagai kesempatan. Oke, ini bukan novel humor meskipun Gagas Media terkenal dengan produksi bergenre itu. Namun melalui Adam, Audine, Raeli, dan Mada, aku tersadar bahwa betapa banyak hal yang bisa ditertawakan dalam hidup..termasuk menyangkut diriku sendiri. Salah satu contohnya, soal Engko Hasan yang 'menelaah' pantat Raeli.
Valiant yang baik,
aku menyukai diksimu yang kaya dan meriah. Walau setting dan ide dasar cerita BB berkisar metropolitan dan anak muda masa kini, kau pintar memilah frasa. Misalnya 'mi, makanan tanpa identitas rasa' atau seperti kalimat dialog di bawah ini:
"Kita memang terbiasa buat menyediakan masalah. Masalah itu kayak air yang mengaliri setiap rongga-rongga cetakan es yang siap menjadi es batu." (hal.29)
Valiant,
aku belajar mengenai karakterisasi. Audine yang tak dapat membedakan mimpi dengan kenyataan, Raeli yang seakan terobsesi kematian, Adam yang dibuat sinting oleh pekerjaan di biro iklan dan Pingkan [asistennya?] yang malah menambah tekanan itu dengan ketidaknyambungan otaknya di banyak kesempatan, Mada si peramal misterius, bahkan Kerto yang tak boleh dipandang sebelah mata karena dialah teman dialog Raeli yang cukup bermutu. Aku menyimak pula ucapan Om Harry mengenai keimanan, sambil terus mengamati bintang-bintang yang selalu menemani Audine ketika ia tersentak dari mimpi yang mengejutkannya.
Awalnya, aku menduga Raeli seperti benang lepas. Namun perannya di cerita tak terbantahkan. Dialog-dialog para karakter di sini menunjukkan bahwa anak muda tidak selalu omong kosong dan berotak melompong, tapi peduli pada banyak persoalan sampai ke dicoretnya Pluto dari daftar planet segala. Kalau boleh memilih, karakter favoritku adalah Raeli. Aku sangat menyenangi pernyataannya mengenai surga dan neraka, yang akan kuingat baik-baik. Beberapa hal dalam dirinya mirip kepribadianku, kecuali paranoidnya terhadap kuman.
Meski BB adalah bukti kerjasama penulis dan editor yang harmonis, Valiant, ada juga terpelesetnya. Di halaman 95, adegan parkir, Audine menjadi Raeli di satu paragraf.
Satu hal yang sangat menggedor, tebakanku di akhir cerita meleset.
Aku setuju dengan pendapat Panji dan Gamila di kaver belakang: Bintang Bunting menyeruak dari gelapnya rimba tulisan yang monoton di Indonesia.
Valiant, pendek kata..aku iri sekaligus bangga pada penulis muda berpotensi besar dan bertalenta sepertimu. Teruslah berkarya, dan semoga aku dapat menemukan Joker yang mengantarkanmu ke kursi nominator Khatulistiwa Literary Award tahun 2007.
Semoga genre thriller yang kulekatkan pada Bintang Bunting tidak membuat calon pembaca alergi, karena toh gayamu mengolahnya adalah sesuatu yang baru dan tidak patut dilewatkan.
Diambil dari http://sinarbulan.multiply.com/journal/item/409/Ulasan_Novel_Thriller_Bintang_Bunting
Valiant Budi adalah seorang penulis muda yang cukup menjanjikan. Ini dibuktikan dengan karya pertamanya yang langsung mampu menembus nominasi Khatulistiwa Award 2007. “Bintang Bunting” adalah karya keduanya. Impresi awal saya mengatakan bahwa ini adalah sebuah buku yang unik. Sebuah dugaan yang kemudian memang terbukti benar setelah membaca bukunya.
Keunikan buku ini terlihat mulai dari pemilihan judul yang, diakui oleh penulisnya, memang terdengat ear-catching. Keunikan lainnya adalah tema dan plot cerita yang diusung. Cerita dalam buku ini bermuara pada fenomena yang dianggap hal yang biasa oleh manusia pada umumnya yakni mimpi. Hal biasa itu menjadi sesuatu yang luar biasa ketika mimpi itu tak bisa dibedakan dengan kenyataan. Fenomena itu menimpa Audine, seorang ibu muda yang memiliki kecenderungan untuk mengalami pingsan tiba-tiba dan kejadian – kejadian yang aneh berkaitan dengan mimpinya. Dia hampir tak bisa membedakan apakah suatu kejadian yang dialaminya beberapa saat lalu benar-benar terjadi ataukah sebuah mimpi belaka. Tentunya ini sangat mengganggu Audine.
Mada, seorang yang mengaku memiliki bakat indra keenam, kemudian membantu Audine dalam menghadapi masalahnya. Atas saran Mada pula lah, Audine menerapkan cara yang unik untuk membantunya membedakan mimpi dan kenyataan. Caranya adalah dengan menggunakan gambar bintang yang harus selalu digambar ketika Audine mulai menunjukkan tanda-tanda tak sadarkan diri.
Tak diduga, ternyata cara itu menuntun Audine menemukan kenyataan yang sangat menyakitkan. Gambar bintang itulah yang menjadi kunci terkuaknya pengkhianatan dan konspirasi habis-habisan oleh orang-orang dekat yang paling dipercayainya. Bagai trik permainan kartu yang ditunjukkan oleh orang Arab kepada Audine, konspirasi itu disusun sedemikian telitinya sehingga mampu meyakinkan Audine. Mereka memanfaatkan kelainan pada diri Audine yang memang sering pingsan tiba-tiba. Begitu menyadari kenyataan itu, Audine pun melancarkan serangan balasan untuk para pengkhianat itu.
Sebenarnya, buku ini secara parallel juga menceritakan Raeli, sahabat Audine yang mengalami sindrom kejiwaan yang membuatnya terobsesi pada kebersihan dan keteraturan serta ketakutan berlebihan akan kematian. Meski menghadapi terror kejiwaan, Raeli adalah sahabat Audine yang sangat dipercayai dan sering menjadi tempat berbagi rasa. Hubungan yang diawali dengan seringnya Audine mengunjungi salon Raeli berubah menjadi persahabatan yang erat. Meski secara tak langsung, keterikatan dengan Audine itu pulalah yang akhirnya membuat Raeli kemudian berani menghadapi ketakutan terbesarnya pada kematian.
Sebagai sebuah cerita, “Bintang Bunting” menawarkan sebuah jalan cerita yang kuat. Penulisnya juga sukses membangun jalinan teka-teki yang cukup rumit dan sulit tertebak. Pembaca seakan dituntun pelan-pelan pada kenyataan sebenarnya. Menurut saya, itulah kekuatan utama dari buku ini. Ditambah dengan gaya bahasa yang ‘gaul’ dan ringan, cerita ini semakin mudah untuk dinikmati oleh para pembacanya. Hanya agak disayangkan pengungkapan semua fakta dan dalang yang bagi saya agak terburu-buru. Mungkin jika sang penulis sedikit mau menahan kenyataan itu, pembaca mungkin agak lebih merasakan ketegangannya hingga klimaks.
Hal yang sedikit aneh menurut saya adalah cerita Raeli yang mendapatkan porsi cukup besar, meski saya duga, ‘hanya’ sebuah peran pembantu. Cerita itupun tak terlalu berkaitan atau mempengaruhi jalan utama cerita yakni seputar Audine. Mungkin sang penulis ingin lebih menandaskan pesan moral dalam cerita ini yakni keberanian dalam menghadapi ketakutan akibat ilusi pikiran sendiri.
Di sela-sela beberapa bab, terselip juga beberapa ornamen cerita singkat tentang sebuah peristiwa kriminal. Terus terang cukup membingungkan untuk menebak maksud penulis dengan menaruh ornament-ornamen itu karena tak semuanya berkaitan dengan jalan cerita. Baru di akhir cerita, kita bisa sedikit meraba-raba maksud sang penulis, walau bagi saya tetap saja terasa aneh.
Bagaimanapun juga, ini adalah sebuah buku unik yang aneh. Justru karena keunikannya itu pulalah buku ini menjadi menarik untuk disimak. Jangan-jangan nama Valiant Budi kembali terseret dalam nominasi Khatulistiwa Award tahun ini gara-gara sang “Bintang Bunting”.
Oktober 30, 2008
Kategori: DO BE BE DO . . Penulis: farisol
Kalo yang ini, diambil dari http://chunuhc.multiply.com/reviews

| Category: | Books |
| Genre: | Other |
| Author: | Valiant Budi |
| Bintang Bunting | for everyone |

| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Valiant Budi |
Beberapa orang beruntung menemukan anugerah melalui mimpi. Seperti Newton yang menemukan gaya gravitasi saat tertidur kemudian terbangun oleh jatuhnya buat apel. Atau pengarang komik Flash Gordon yang mendapatkan inspirasi perjalanan manusia ke bulan melalui mimpinya sebelum benar-benar diwujudkan Neil Armstrong.
Tapi Audine belum seberuntung itu, teror dan ketakutan saling menguatkan dan mengaitkan satu sama lain akibat alam mimpinya. Dalam semalam, Audine bisa bangun empat kali, hanya dalam satu mimpi. Mimpi baginya adalah bunga tidur yang berduri. Durinya selalu membuat jiwa Audine berdarah setiap bangun.
...
<-->
...
“Lo tau, rasanya ditinggal mati orang-orang yang lo sayangi?”
Si kapster terdiam.
“Dan lo tau gak, gimana rasanya kalo orang yang lo sayangin itu meninggal dengan cara dibunuh sama orang yang kemudian bunuh diri?”
Si kapster mulai menggigil melihat aura wajah Raeli yang tampak tidak sedap.
“Kalo lo pernah ngalamin yang gue alamin, lo bakal berharap kalo surga dan neraka itu benar-benar ada!
...
<-->
...
Mungkin beberapa orang akan mati di jalan layang itu.
Entah dari mana datangnya bisikan itu, membuat Raeli bergidik ketika mencermati para pekerja bangunan.
Mungkin salah satunya adalah aku!
Raeli mulai berkeringat dingin.
Mereka sedang merancang alat pengantar kematianku!! Bagaimana kalo ternyata salah satu beton yang sedang mereka bangun suatu saat nanti akan menimpa kepalaku sampai remuk sebadan-badan?
Sudah lama seharusnya penulis
Bintang Bunting menyeruak dari gelapnya rimba tulisan yang monoton di
Announcer – Rapper – Singer
www.kejutan2008.com
++++++++++++++++++++++++++++++++
Bintang Bunting adalah tipe novel yang ngga akan cuma kamu baca sekali. Bintang Bunting adalah tipe novel yang akan kamu bawa ke mana aja untuk dibaca. Bintang Bunting adalah tipe novel yang ngga akan kamu tunda untuk membacanya sampai selesai. Seru, SELALU bikin penasaran, dan KEREN. Valiant selalu membawa pembaca ke tikungan tajam yang penuh kejutan.
--Ninit Yunita, An Author
++++++++++++++++++++++++++++++++
Bintang Bunting bikin macem-macem senam di wajah saya.
Kedua, senam mulut karena melongo akibat kagum sama alur cerita, setting, dan tokohnya yang unexpected dan bikin nagih….
Ketiga; senam ketawa… karena Bintang Bunting ini siap bikin kamu ketawa-tawa geli.
Bintang Bunting karya yang brilian. A Mixture of suspense, comedy, romance, and ‘ke-lebay-an’ J. Well, I must say I love every line of it! I honestly think it is a must read novel, guys! In the end, cuma satu kata yang mewakilinya; spektakuler!!!
++++++++++++++++++++++++++++++++
Membaca buku itu sangat penting! Sayangnya, Bintang Bunting tidak penting untuk dibaca, tetapi sangat penting untuk dibeli!!!
www.goodnightelectric.com
++++++++++++++++++++++++++++++++
Gebrakan baru di dunia pernovelan Indonesia. Dengan bahasa yang lincah, cerita yang meliuk liar, dan puzzle yang sulit terurai, pembaca akan terus membolak-balik halaman dengan serakah.
Penulis Muda Berbakat Khatulistiwa Literary Award 2007.
++++++++++++++++++++++++++++++++
Gara-gara Bintang Bunting, tas gue jadi berat banget, karena dibawa-bawa terus. Ganggu konsentrasi, deh! Bikin curi-curi baca di waktu kerja!
Membuyarkan lirik-lirik lagu yang harusnya gue kumandangkan! Hihihi!
Jarang banget buku dengan tema dan alur kayak Bintang Bunting. So unpredictable! I love this book!
-- Kiki, Singer of KSP & Empat Mata
Bagi Audine, batas antara mimpi dan alam nyata begitu tipis. Bahkan, Audine membutuhkan Mada, sang peramal, dan petunjuk dari gambar bintang untuk bisa membedakan:mana mimpi-mana kenyataan.